Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Juli 2009

Perempuan Jawa Kalau 'Pengen' Malu-malu

Ginekolog dan juga konsultan seks dr. Boyke Dian Nugraha mengatakan masih banyak perempuan yang kurang ekspresif dalam menyampaikan pesan hasrat seksualnya. Mereka malu menyampaikan hasrat seksual kepada suaminya kendati sudah berumah tangga puluhan tahun.

Boyke bahkan menilai sikap istri yang malu-malu tersebut sangat menonjol di kalangan perempuan Jawa. "Saya menemui banyak pasien seperti itu, terutama perempuan Jawa. Kalau istri menginginkan hubungan, mereka menyampaikan dengan bahasa atau isyarat tidak langsung," katanya.

Menurut Boyke, isyarat tidak langsung ini malah bisa menimbulkan respons suami yang berbeda dari apa yang diinginkan, sebab bisa saja kondisi psikologis suami saat itu kurang mampu mencerna apa yang diisyaratkan istrinya.

Boyke menegaskan, keselarasan dan kualitas hubungan suami istri amat ditentukan oleh perhatian masing-masing pihak, yang hanya bisa dibangun oleh komunikasi dengan pesan yang jelas.

Kunci keberhasilan mempertahankan hubungan suami istri, menurut Boyke, hanya satu yakni kesediaan masing-masing pihak memberi perhatian.

"Janganlah selalu membandingkan perasaan cinta sama ketika kita menjalin cinta di usia muda dulu. Akan tetapi, kedua pihak memang wajib menjaga penampilan agar ketertarikan fisik itu tetap ada," katanya.

Bahasa atau idiom yang digunakan suami istri, menurut Boyke, juga harus mampu menjaga perasaan masing-masing. "Jangan gunakan kata-kata yang berisi ledekan terhadap pasangan," pungkas Boyke. (yat/yat)

Source:wartaone.com

Read more...

Rabu, 22 Juli 2009

Pribadi Asyik Belum Tentu Jago Bercinta

Punya pasangan yang menyenangkan kadang membuat orang berpikir bahwa ia juga akan asyik ketika di ranjang? Upps, jangan yakin dulu, karena tidak selamanya orang yang ramah, supel dan gaul bisa menyenangkan kehidupan seks Anda.

Seorang pria mengaku memiliki pasangan wanita yang menurutnya sangat ideal. Kepribadiannya yang ramah, supel, baik hati dan menyenangkan membuatnya bahagia dengan cara apapun.

Tapi mengapa ketika tiba waktunya bercinta, ia tidak seasyik kepribadiannya? Pengakuan pria tersebut ternyata banyak dialami oleh beberapa pasangan lainnya. Jika hal tersebut terus menerus terjadi, hubungan pun dapat merenggang.

"Untuk membina suatu hubungan, seseorang memerlukan komponen seksual yang dapat mempertahankan keintiman dan koneksi agar percikan romantisme terus terjadi," ujar Gail Saltz, seorang psikiater sekaligus penulis buku 'How Better Sex Can Lead to a Better Life', seperti dikutip detikHealth, Rabu (22/7/2009).

Banyak faktor yang sebenarnya menyebabkan seseorang dengan kepribadian sempurna berubah menjadi pribadi yang membosankan pada saat bercinta, baik pria maupun wanita.

Tapi tidak usah panik karena dengan mengetahui penyebabnya dan sedikit usaha kreatif, Anda pun dapat membawa kepribadian yang menyenangkan itu ke atas ranjang.

Penyebab 1: Pria Kurang Fokus Pada Orgasme

Mengapa ini bisa terjadi? Seorang ahli pun mengatakan bahwa hal ini bisa terjadi jika si pria termasuk kategori pemalu. "Setiap wanita itu berbeda, jadi cukup sulit bagi seorang pria pemalu untuk mencari tahu apa yang benar-benar membuat pasangan wanitanya mencapai klimaks," ujar Yvonne K. Fulbright, PhD.

Solusi yang ditawarkan Saltz untuk sang wanita adalah, "Tunjukkan pada pasangan apa yang Anda lakukan untuk mencapai klimaks ketika melakukannya sendirian," ujar Saltz.

Yang pria butuhkan hanyalah informasi. "Kebanyakan pria rela melakukan apa saja untuk dapat melihat pasangan wanitanya melakukan masturbasi, jadi tidak perlu malu," ungkap Saltz.

Penyebab 2: Anda Berdua Tidak 'Seimbang'

Kabar buruk dari dunia ilmiah menyebutkan bahwa kualitas kepribadian seorang pria tidak ada hubungannya dengan ukuran alat kelaminnya. Jadi, pria yang menyenangkan pun dapat mengalami masalah bercinta, terutama karena masalah tinggi badan dan 'ukuran'.

Ketidakseimbangan antara pria dan wanita, terutama masalah tinggi badan bisa jadi salah satu penyebab kegiatan bercinta menjadi kikuk dan terasa janggal.

Tapi tak perlu khawatir, "Cobalah mencari strategi posisi yang menyenangkan bagi kedua belah pihak, yang penting juga yaitu melakukan diskusi terlebih dulu dan jangan melupakan kontak mata," ujar Fullbright.

Penyebab 3: Anda Berdua Sedang Bosan

Petualangan dan gaya bercinta memang tidak ada habisnya, tapi ketika sudah menjalani hubungan yang lama dan berulang kali dilakukan, rasa bosan pun bisa saja melanda.

"Inti dari bercinta adalah komunikasi. Gunakan kesempatan tersebut untuk mengutarakan fantasi Anda yang mungkin belum pernah dicoba, seperti role-playing, sex toys, dan lainnya," ujar Terri Orbuch, PhD, seorang peneliti dari University of Michigan.

Penyebab 4: Stimulasi Yang Kurang Spontan

Setiap orang memiliki hasrat seks yang berbeda-beda. Michele Weiner-Davis, penulis buku 'Sex-Starved Marriage' mengatakan hampir sebagian pria atau wanita dapat membangkitkan sendiri hasrat seksualnya, sementara sebagian lainnya membutuhkan stimulasi.

Orang tipe kedua tersebut membutuhkan stimulasi dan inisiatif dari pasangannya. "Daripada menunggu moodnya naik, Anda dapat melakukan gerakan awal tang spontan lebih dulu, dan biarkan hasrat seksualnya mengikuti Anda," ujar Davvis.

Penyebab 5: Seks Bukan Masalah Utamanya

Tidak selamanya masalah seksual datang dari kemampuan pasangan melakukan seks itu sendiri. Ketika pasangan merasa tidak puas dalam bercinta, mungkin masalahnya datang dari luar keahlian seks Anda dan pasangan.

Kegiatan seks bisa menjadi cerminan tingkat emosi dalam sebuah hubungan, dan biasanya digunakan untuk mengekspresikan ras benci, cemburu atau diabaikan.

Cobalah berbagi penderitaan dengan pasangan. "Jangan coba-coba menyembunyikan masalah untuk menyenangkan pasangan Anda, karena masalah itu bisa pindah ke ranjang dan menyabotase kegiatan bercinta yang harusnya menyenangkan," ujar Saltz.

Lebih baik ceritakanlah masalah pekerjaan yang membuat Anda pusing, hubungan dengan teman yang kurang baik atau masalah sepele sekalipun yang mengganggu pikiran Anda sehingga ada rasa keterbukaan antar kedua pihak.

Source:detik

Read more...

Kamis, 02 Juli 2009

Menghangatkan Kembali Hubungan Suami-Isteri

Dalam rumah tangga, terkadang permasalahan kecil dapat menjadi besar. Terutama bila tidak ada komunikasi yang baik antara suami-isteri. Terkadang maksud hati ingin mendiskusikan permasalahan tersebut, tetapi ternyata justru pertengkaranlah yang terjadi. Kehangatan hubungan suami-isteri pun hilang gara-gara permasalahan sepele tersebut. Bahkan, tidak jarang pertengkaran itu harus berakhir di meja pengadilan agama. Untuk menghindari terjadinya hal itu, ada beberapa saran yang bisa dipraktekkan:

Pertama, harus ada keterbukaan yang benar-benar sempurna di antara suami-isteri dalam menyampaikan permasalahan-permasalahan keluarga. Sebab keterbukaan merupakan cara yang paling sederhana, paling mudah dan paling jitu dalam menyelesaikan masalah. Kesalah-pahaman antara kedua belah pihak atau kesalah-pahaman salah satu pihak terhadap pasangannya merupakan pangkal beragam permasalahan di antara pasangan suami-isteri. Jika permasalahan sudah jelas dan masing-masing bisa mengetahui bagaimana pasangannya memandang persoalan yang diperselisihkan dan bagaimana ia menginterpretasikannya, atau mengapa ia melakukan beberapa tindakan (yang tidak mengenakkan hati pasangannya), maka segala persoalan akan bisa diselesaikan dengan tuntas dan memuaskan.

Kedua, masing-masing pihak baik suami ataupun isteri harus menjadikan kemashlahatan dan keutuhan rumah tangga sebagai prioritas utama dan fokus perhatiannya, meskipun terkadang harus mengorbankan sebagian aktivitas yang disukainya. Sebab jika biduk keluarga berjalan baik dan stabil, maka hal itu akan menjadi jalan peretas kebaikan dan kemapanan aktivitas lain yang jauh lebih banyak. Namun bila sebaliknya yang terjadi, maka ia akan menyebabkan ketidak-stabilan psikologis dan akan berpengaruh negatif pada aktivitas yang lain.

Ketiga, masing-masing pihak harus melakukan koreksi diri. Apa kekurangan yang ada pada dirinya dan apa kesalahan yang telah diperbuatnya. Kedua belah pihak tidak boleh mempertahankan egonya masing-masing.

Read more...

Minggu, 21 Juni 2009

Apa Yang Engkau Sukai, Wahai Suamiku?

Diriwayatkan dari Syuraih Al-Qadhi, bahwa pada suatu hari dia pernah bertemu dengan Asy-Sya’bi. Saat itu, Asy-Sya’bi bertanya kepada Syuraih tentang kondisi keluarganya. Maka, Syuraih pun menjawab: “Selama 20 tahun, aku tidak pernah melihat sesuatu (sikap) dari isteriku yang membuatku marah.” Asy-Sya’bi bertanya: “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” Syuraih menjawab: “Pada malam pertama, yaitu ketika pertama kali aku menemui isteriku (di dalam kamar), aku melihatnya sebagai wanita yang cantik, memikat hati, indah dan tergolong langka. Maka, aku pun berkata dalam hatiku: ‘Aku harus bersuci (berwudhu`) dan shalat dua rakat’at sebagai tanda syukur kepada Allah.’ Ketika aku mengucapkan salam, ternyata aku mendapati isteriku ikut shalat bersamaku dan melakukan salam bebarengan dengan salamku. Ketika rumah sudah sepi dari para tamu dan teman, aku berdiri untuk menghampirinya. Lalu aku mengulurkan kedua tanganku ke arahnya. Dia berkata: ‘Tahan sebentar, wahai Abu Umayyah!’ Kemudian dia berkata: ‘Segala puji hanya milik Allah, aku memuji-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya. Aku juga bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. dan para kerabatnya. Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang masih asing bagimu, hingga aku pun belum memiliki pengetahuan sedikitpun tentang akhlakmu. Karena itu, jelaskanlah kepadaku apa yang engkau sukai, niscaya aku akan melakukannya! Jelaskan pula apa yang engkau benci, niscaya aku akan meninggalkannya!’

Dia juga berkata: ‘Sesungguhnya di antara kaummu ada wanita yang pantas engkau nikahi, dan di antara kaumku juga ada laki-laki yang se-kufu` (sepadan) denganku. Akan tetapi, jika Allah telah memutuskan sesuatu, ia pasti akan terjadi. Sekarang aku telah menjadi milikmu, maka perbuatlah seperti yang telah diperintahkan Allah, yaitu mempertahankannya dengan baik ataukah melepaskannya (menceraikannya) dengan baik pula. Aku kira cukup sekian perkataanku, dan aku memohon ampunan kepada Allah untukku dan juga untukmu!!’”

Syuraih berkata: “Wahai Sya’bi, demi Allah, dia telah membuatku merasa perlu untuk berkhutbah pada saat itu. Maka, aku pun berkata: ‘Segala puji hanya milik Allah, aku memuji-Nya dan memohon pertolongan kepada-Nya, dan aku bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. serta para kerabatnya. Amma ba’du…Sesungguhnya engkau baru saja mengucapkan satu perkataan yang jika benar-benar engkau wujudkan, maka hal itu akan menjadi keberuntungan bagimu. Tetapi jika engkau meninggalkannya, maka hal itu akan menjadi hujjah (bukti) yang akan memberatkan dirimu (pada hari Kiamat). Sungguh aku menyukai ini dan ini, dan aku membenci ini dan ini. Jika engkau melihat suatu kebaikan pada diriku, maka sebarluaskanlah (beritahukanlah kepada orang lain)! Tetapi jika engkau melihat satu keburukan pada diriku, maka tutupilah keburukan itu!’

Dia bertanya: ‘Apa yang engkau sukai dalam kaitannya dengan kunjungan keluargaku?’ Aku menjawab: ‘Aku tidak suka bila saudara-saudara iparku membuatku merasa bosan (dengan kunjungannya).’ Dia bertanya lagi: ‘Siapakah di antara tetangga-tetanggamu yang engkau sukai untuk memasuki rumahmu sehingga aku pun akan memberikan izin kepadanya, dan siapakah yang tidak engkau sukai sehingga aku akan menyuruhnya pulang?’ Aku menjawab: ‘Bani Fulan adalah orang-orang yang baik, dan Bani Fulan (yang lain) adalah kaum-kaum yang tidak baik.’”

Syuraih berkata: “Malam itu, aku melewati malam yang terindah bersamanya dan aku hidup bersamanya selama setahun dalam keadaan tidak ada yang aku jumpai kecuali hal-hal yang aku suka.” (Dikutip dari buku Ahkaam An-Nisaa`, karya Ibnu Al-Jauzi

Read more...

Tips Disayang Isteri

* Anda adalah orang yang dapat mewujudkan impian-impian isteri Anda. Bukalah hati Anda untuknya sehingga dia dapat bersemayam dalam hati Anda. Biarkanlah dia melihat sendiri sinyal-sinyal pada kedua mata, uluran tangan dan kelembutan kedua bibir Anda, yang menunjukkan bahwa diri Anda memang menyambut kehadirannya dengan senang hati. Hendaklah sekujur tubuh Anda membisikkan kata-kata: “Selamat datang di hatiku terlebih dahulu, sebelum engkau datang di rumahku!!” Dia tidak mungkin rela meninggalkan rumahnya guna tinggal di rumah Anda hanya karena menginginkan sebuah rumah, melainkan karena menginginkan sang penenang hati dan orang yang selalu mencintainya. Jadikanlah dia berada dalam “taman” surga Anda sejak malam pertama. Jangan jadikan dia merasa bahwa ada orang lain yang lebih ganteng dan lebih dia cintai daripada diri Anda. Jangan pula jadikan dia membenci diri Anda dan juga membenci hari yang pada saat itu dia masih melihat diri Anda!!

* Rubahlah watak dan karakter Anda jika Anda merupakan orang yang suka bersikap keras dan kasar. Lalu berusahalah untuk menjadi orang yang lembut, bersahabat, simpel dan lunak. Ketahuilah bahwa seorang laki-laki tidak dianggap bijaksana bila dia tidak memperlakukan dengan baik orang yang dirinya selalu bergaul dengannya.

* Orang yang Anda pergauli itu juga memiliki jiwa atau perasaan seperti halnya diri Anda. Terkadang dia senang dan terkadang kesal, terkadang cinta dan terkadang benci, terkadang gembira dan terkadang sedih, terkadang baik dan terkadang jahat. Dia juga dapat merasakan sejumlah hal, dapat merasa pilu, dapat berfikir dan juga dapat berakal. Dia bukanlah alat untuk membantu dan menghiburmu. Oleh karena itu, maka berusahalah semampu mungkin untuk menyembunyikan perasaan tidak senang Anda terhadapnya. Jadikanlah satu porsi penghormatan yang khusus diberikan kepadanya.

* Berhati-hatilah dalam memperlakukan kaum wanita, karena pada umumnya mereka tidak menyukai laki-laki yang suka bermuka muram dan memberengut, tidak menyukai kelelahan, hinaan, sifat bakhil dalam memberikan harta, bakhil dalam berbicara (tidak banyak bicara), perbuatan memata-matai, kebimbangan atau keraguan, ketidakpedulian terhadap mereka, serta kekurangan (ketidakadilan) dalam memberikan hak-hak mereka. Oleh karena itu, maka tentukanlah satu hari tertentu dalam setiap minggu atau setiap bulannya untuk berdialog dengan isteri Anda, lalu beritahukanlah kepadanya bahwa hari itu hanya khusus untuk dirinya seorang.

* Perhatikanlah dia dengan perhatian yang lebih besar daripada perhatian Anda terhadap pekerjaan Anda. Jika memungkinkan, ambillah libur (cuti) satu hari di luar liburan akhir pekan. Lalu jadikanlah hari itu hanya untuknya dengan maksud agar dia mengetahui bahwa dirinya memang lebih penting daripada pekerjaan Anda.

(Dikutip dari buku Kaifa Tus’id Zaujatak)

Read more...

Kamis, 18 Juni 2009

Saling Minta Maaf, Kunci Kebahagiaan Rumah Tangga

Isteri Berkata: “Kekasihku, aku minta maaf!!”
Suami menjawab: “Tidak, justeru aku yang harus meminta maaf kepadamu, wahai kekasihku!!”
Inilah dialog paling pendek, namun mampu membalut luka paling dalam, membuat persoalan paling sulit terasa ringan dan perselisihan yang terjadi sejak beberapa saat menjadi reda, dingin dan damai. Inilah dialog paling pendek, namun begitu banyak di antara para suami yang tidak sanggup melakukannya bersama teman hidup mereka, hingga kesalahan kecil menjadi besar, kekeliruan lidah menjadi hal yang sangat buruk, dan ketidaksengajaan menjadi sebuah kesalahan. Setiap hari yang dilalui manusia merupakan kesempatan emas bagi syaitan untuk meniup bara api hingga menjadi kobaran api dan memperlebar lubang hingga tidak mungkin lagi untuk ditutup. Meskipun demikian, sebenarnya upaya untuk menutup lubang itu dapat dilakukan hanya dengan menggunakan satu kata atau satu senyuman.
Orang-orang yang telah mencoba mempraktekkan seni meminta maaf dalam hubungan suami-isteri mereka tentu telah merasakan ni’matnya berjabatan tangan dan upaya saling memaafkan. Oleh karena itu, maka praktekkanlah dengan baik seni yang indah ini, niscaya kalian akan berbahagia.

Read more...

Minggu, 31 Mei 2009

Nasehat Seorang Ibu Untuk Puterinya

Seorang wanita badui pernah menasehati puterinya pada malam pernikahan puterinya itu. Dia berkata (kepada puterinya): “Wahai puteriku, sesungguhnya jika kamu meninggalkan wasiat (nasehat)ku karena kamu merasa pintar, berpendidikan tinggi dan memiliki status yang terhormat, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya nasehat itu akan meninggalkan dirimu dan menyingkir darimu. Tetapi ingatlah, bahwa sesungguhnya nasehat merupakan alat untuk mengingatkan kembali orang yang berakal (pintar) dan menggugah (menyadarkan) orang yang lalai. Wahai puteriku, sesungguhnya kamu akan meninggalkan lingkungan tempat kamu dibesarkan menuju ke rumah yang belum kamu kenal, bersama seorang pendamping yang juga belum kamu kenal wataknya. Semua yang menjadi miliknya akan menjadi milikmu. Maka, jadilah engkau budak perempuan baginya, niscaya dia akan menjadi budak laki-lakimu. Peliharalah sepuluh pekerti berikut ini, niscaya kamu akan memiliki derajat dan kedudukan tinggi di matanya!

Pertama dan kedua: Pergaulilah dia dengan sikap qana’ah (sikap menerima dengan puas apa yang diberikan kepadamu), mendengarkan dengan baik perkataannya dan mematuhi perintahnya, karena sesungguhnya sikap qana’ah dapat menyenangkan hati suami, sedangkan sikap mau mendengarkan dengan baik perkataan suami dan menaati perintahnya merupakan sikap yang dicintai Tuhan.

Ketiga dan keempat: Perhatikanlah pandangan mata dan penciumannya, jangan sampai kedua matanya melihat pemandangan yang buruk dari dirimu dan jangan sampai hidungnya mencium bau dari dirimu kecuali bau yang terharum. Ketahuilah, wahai puteriku, air (wudhu`) adalah hal terbaik yang tidak terlihat, sedangkan celak mata adalah hal terbaik yang dapat dilihat.

Kelima dan keenam: Perhatikanlah waktu makan dan waktu tidurnya, karena sesungguhnya rasa lapar dapat memancing emosi dan kondisi kurang tidur dapat membuatnya cepat marah.

Ketujuh dan kedelapan: Jagalah hartanya dan berikan perhatian kepada keluarga dan familinya, karena sesungguhnya menjaga harta suami merupakan bagian dari upaya untuk menghargai suami dengan baik, sementara perhatian kepada keluarga dan famili suami merupakan bagian dari upaya untuk mengatur rumah tangga dengan baik.

Kesembilan dan kesepuluh: Jangan kamu membuka rahasianya dan jangan membangkang terhadap perintahnya. Jika kamu membuka rahasianya, maka dirimu tidak akan aman dari pengkhianatannya. Jika kamu membangkang terhadap perintahnya, maka berarti kamu telah mengobarkan api kemarahannya. Hindarilah sikap gembira di hadapannya ketika dia sedang bersedih, dan hindarilah sikap bersedih di hadapannya ketika dia sedang bergembira, karena sesungguhnya sikap pertama merupakan sebuah kekurangan, sedangkan sikap kedua merupakan sesuatu yang dapat mengeruhkan suasana. Ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan sampai pada semua itu sampai kamu benar-benar mengutamakan keinginannya di atas keinginanmu sendiri dan mengutamakan keridhaannya di atas keridhaanmu sendiri, baik pada hal-hal yang kamu sukai ataupun kamu benci.”

Read more...

Jumat, 22 Mei 2009

Suami istri saling mencintai (Beginilah seharusnya)

Sungguh, tiada cinta semurni,setulus, dan sebahagia ini. Selain cinta yang tumbuh dalam naungan rumah tangga yang dibangun dengan landasan cinta dan ridha Ilahi. Tiada cinta setulus cinta yang bersemi dalam naungan rumah tangga, tiada cinta semurni hubungan suami istri dengan ikatan pernikahan yang suci, dan tiada cinta yang dapat memberikan kebahagiaan dan ketenangan selain cinta yang tumbuh dalam ikatan yang didasari tujuan mulia meraih ridha-Nya.

Untuk mempertahankan kesetiaan cinta yang lestari dan ketulusan yang tinggi dalam cinta memang dibutuhkan kesungguhan yang besar lebih dari hanya sekedar upaya merealisasikannya. Menjaga prestasi itu memang lebih sulit daripada memperolehnya.Sungguh sebuah kemuliaan bagi pasangan suami istri yang dapat mencapai tingkat cinta seperti ini. Cinta seperti ini adalah rasa cinta manusiawi pada diri pasangan suami istri yang paling tinggi tingkatannya. Orang yang telah berhasil memperoleh puncak cinta ini harus terus memelihara keutuhan cintanya yang besar. Meski dalam menjaga dan memelihara cinta ini membutuhkan kesungguhan dan keletihan. Namun di dalamnya terdapat kenikmatan yang besar yang dapat membuat setiap pasangan suami istri suka terhadap kesungguhan dan keletihan yang membawa kenikmatan ini.

Read more...

ShoutMix chat widget
CO.CC:Free Domain

Free File Hosting

  © Blogger template PingooIgloo by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP