Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Agustus 2009

LIPI Kembangkan Bioelektrik

BANDUNG -- Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatroik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Telimek LIPI), kembangkan bioelektrik atau sumber energi listrik yang berasal dari limbah organik. "Bahan bakunya menggunakan sampah organik dan kotoran sapi, diubah menjadi energi dalam reaktor. Selain untuk listrik juga bisa jadi bahan bakar kompor elpiji," kata Peneliti P2 Telimek LIPI, Yayat Sudradjat Sumarna di Bandung, Sabtu.

Bioelektrik yang merupakan hasil proses pengolahan biogas itu, memiliki potensi listrik yan cukup besar dan menjadi alternatif bagi masyarakat yan saat ini belum bisa terlayani oleh listrik dari PLN. Sebagai proyek percontohan, bioelektrik kembangan LIPI itu dilakukan di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Dari pemasangan tahap pertama, mampu memproduksi energi listrik sebanyak 2.000 watt."Pemakaian bioelektrik ini bisa memenuhi kebutuhan listrik 7-8 jam setiap harinya. Masyarakat punya alternatif lain selain menggunakan listrik dan elpiji," katanya mengungkapkan.

Produk bioleketrik itu setiap unitnya senilai Rp7,5 juta. Potensi pengembangannya cukup terbuka terutama di kawasan peternakan sapi, karena bahan baku biogasnya cukup tersedia. Penggunaan bioleletrik ini dalam skala kecil telah diujicobakan di beberapa daerah, khususnya yang belum terjangkau listrik dan punya potensi biogasnya yakni di Papua, Jambi dan Bali masing-masing menghasilkan listrik sekitar 700 watt."Biogas jelas lebih murah dibanding bahan bakar lainnya, terlebih di dekat peternakan sapi," kata Yayat.

Kehadiran bioelektrik yang dikembangkan LIPI disambut pemerintah dan masyarakat di Cilengkrang. Pasalnya, di daerah tersebut masih cukup banyak yang belum menikmati listrik yakni sekitar 1.700 kepala keluarga (KK). Pengembangan serupa juga dilakukan Universitas Padjadjaran Bandung yang dilakukan di Kabupaten Sumedang serta di Kabupaten Garut dengan mendorong Desa Mandiri Energi.

"Berbagai upaya dilakukan untuk memunculkan inovasi energi alternatif, termasuk melibatkan lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Selain sumber energi dari biogas juga dikembangkan mikrohydro di beberapa kawasan selatan Jabar," kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Jabar, Tahir Sastrodiningrat.

Ia menyebutkan, elektrifikasi di Jawa Barat belum tuntas, masih ada beberapa desa yang belum terambah jaringan listrik, karena faktor geografis dan medan. Namun salah satu caranya dilakukan dengan menggunakan sumber energi alternatif, termasuk menggunakan solar panel. ant/kpo

Source:republika

Read more...

Rabu, 29 Juli 2009

10 Tanda Preschool Berkualitas

Untuk Anda yang punya anak kecil dan siap masuk pra sekolah dasar, biasanya agak bingung menentukan preschool mana yang terbaik. Untuk memudahkan Anda, kami sajikan 10 tanda preschool yang bagus menurut the National Association for the Education of Young Children (NAEYC). Silakan simak ya :

1. Anak menggunakan sebagian besar waktunya untuk bermain, mengerjakan material pembelajaran dan bersosialisasi dengan anak yang lain.

2. Anak bisa mendapat kesempatan untuk mencoba bermacam-macam aktivitas sepanjang hari.

3. Guru mengajar anak secara individu, kelompok kecil dan seluruh grup dalam waktu yang berbeda dalam hari yang sama.

4. Kelas anak didekorasi dengan prakarya orisinil anak.

5. Anak-anak belajar konsep angka dan alphabet dalam konteks pengalamannya sehari-hari

6. Anak-anak mengerjakan proyek (dalam waktu minimal satu jam) untuk bermain dan melakukan eksplorasi. Lembar kerja sebaiknya diberikan seminimal mungkin.

7. Siswa memiliki kesempatan bermain di luar ruangan setiap hari.

8. Guru membacakan buku untuk murid baik secara individual maupun dalam kelompok kecil.

9. Guru menyadari bahwa murid memiliki latar belakang dan pengalaman yang berbeda sehingga mereka tidak bisa mempelajari hal yang sama dalam waktu yang sama dan dengan cara yang sama.

10. Anak dan orangtua tak sabar ingin segera ke sekolah. Orangtua merasa aman menyekolahkan anak di tempat yang tepat. Anak merasa gembira, jarang menangis dan mengeluh merasa sakit.

Semoga membantu ya. (enw/enw)

Source:wartaone.com

Read more...

ShoutMix chat widget
CO.CC:Free Domain

Free File Hosting

  © Blogger template PingooIgloo by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP